Tujuan lain disamping nge-Blog

Blog atau ngeblog saat ini menjadi trend tersendiri bagi mereka yang sering berkutat didunia maya. Saya yakin, bagi mereka yang sudah mengerti mengais receh-receh $ dari ngeblog pasti mereka semakin tekun ngeblog karena ngeblog zaman sekarang ini bisa menghasilkan yang namanya duit.

Dengan adanya adsword dari raja GOOGLE sebagai media tempat beriklan terbesar di dunia secara online, diberi kesempatan bagi para ‘publisher’ untuk mengiklankan kembali iklan yang dimuat di google dan para publisher ini akan kembali memasang iklan tersebut di blog atau di Baca lebih lanjut

ENTREPRENEURSHIP: VIRAL MARKETING DYNASIS ONLINE

ENTREPRENEURSHIP

Unit Usaha:

VIRAL MARKETING DYNASIS ONLINE

BISNIS ONLINE

 

 

PENDAHULUAN

Winners are problems as a challenge; losers as a burden (Orang-orang yang sukses menghadapi masalah sebagai tantangan; orang-orang yang gagal menghadapi masalah sebagai beban)”. Inilah salah satu prinsip-prinsip wiraswastawan dan orang-orang sukses. Saya sengaja menempatan kata-kata bijak diatas sebagai dorongan bagi saya sendiri dalam menjalankan unit usaha. Siapapun dan apapun ketika menjalankan sebuah usaha tidak ada yang tidak pernah gagal. Banyak orang-orang sukses berpikir bahwa kegagalan merupakan sebuah kesempatan untuk kita jadikan sebagai awal beranjak menuju kesuksesan.

Sebelumnya, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Entrepreneurship atau Kewirausahaan? Kewirausahaan yang sering dikenal dengan sebutan entrepreneurship berasal dari bahasa Perancis yang diterjemahkan secara harfiah adalah perantara. Secara lebih luas kewirausahaan didefinisikan sebagai proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko financial, psikologi dan social yang menyertainya serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Seorang yang berwirausaha disebut wirausahawan atau entrepreneur yang berarti suatu sikap mental yang berani menanggung resiko, berpikir maju, berani berdiri diatas kaki sendiri. Baca lebih lanjut

Kekuatan sendiri vs Mengandalkan Tuhan

Ketika saya menulis kata pengantar buku Beyond Survival (a family business book), karya Dr. Leon Danco (USA), pada akhir tahun 2007, saya menulis perbedaan antara manajemen yang saya terapkan sekarang dan yang dahulu. Dahulu saya mengelola dengan kekuatan sendiri (by my way) dan sekarang mengandalakan Tuhan (by His way). Baca lebih lanjut

If you wanna BE HAPPY

Sewaktu memberi seminar kewirausahaan, saya pernah memberi statement dan bertanya: “If you wanna be happy and rich, don’t go to school!” Lalu pertanyaannya, Jenis pekerjaan apa itu atau seseorang yang bagaimana itu?”

Kelihatannya enak sekali membaca dan mendengar statement diatas. Ingin happy dan kaya namun tidak usah menuntut ilmu. Pekerjaan apa itu? Coba pikirkan, yang di Indonesia saja, tidak usah jauh-jauh di Amerika, Australia, atau Eropa. Di negara tertentu memang ada yang mendukung ada yang kontra. Buku nya pun sudah terbit beberapa tahun yang lalu dengan pengarang Robert T. Kiyosaki. Dia memang menulis apa yang dialami namun buku tersebut tidak boleh masuk Indonesia. Baca lebih lanjut

Karakter seorang wirausaha

Waktu kelas 4 SD, setiap pulang sekolah karyawan ayah saya menjemput saya dengan menggunakan DKW (Sepeda motor dibawah 50 cc). Pada suatu hari kami mampir beli es campur dekat rumah. Cuaca yang panas terik pagi itu sangat mendung untuk minum es campur dengan cepat. Meskipun saya dibayarin untuk jatah satu gelas, saya mulai berpikir bagaimana supaya dapat jatah lebih namun legal dan tidak berbohong. “Pak!” panggilan saya kepada bapak tukang es. “Es saya terlalu manis pak, boleh minta tolong diberi air dengannya (air kelapa muda) dikit lagi, “tanya saya yang sudah hampir separoh gelas saya minum. Dan memang ditambahi air dengannya sampai gelas saya penuh lagi. “Terima kasih pak” kata saya, segera saya minum kembali. Dengan menggerutkan dahi dalam hati saya berkata “sekarang kurang manis.” Trik dagang orang tua saya langsung menyodok: “wah bapak terlalu banyak memberi airnya hingga manisnya hilang.” Sang bapak menambah sirup dengan senyum dan saya menerima dengan senyuman juga.

Cerita diatas bukan untuk mengajari saudara-saudari “nakal”, namun mengerti karakter entrepreneurship. Seperti tertulis dikejadian 25:31, tetapi kata yakub: “juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.” Roh yakun ngerti sekali apa yang diperlukan bagi dirinya. Lalu apa bedanya cerita diatas dengan yakub? kesamaannya sudah jelas yaitu jual menjual (Entrepreneurship). Perbedaannya yaitu roh Yakub mengerti sekali apa yang diperlukan. Roh dan cerita awal diatas hanya mengerti untuk memenuhi raga saja. Dari kedua cerita diatas yang perlu kita ambil hikmah karakternya adalah:
1. Jangan beli ‘ikan’nya. Maksud ‘ikan’ disini adalah raih kebutuhan roh, jangan keinginan daging
2. Beli ‘pancing’nya. Jangan anggap remeh ‘pancing’ yang diberikan pada kita dan tidak bisa memenuhi kebutuhan saat ini, namun pergunakanlah sebagai ‘alat’ (Soft Skills) yang bisa untuk mencari kebutuhan terus-menerus.
3. Last but not least, entrepreneurship jangan diserap dikedangkalan, tapi seraplah entrepreneurship dalam orang mencari “harta karun” didasar laut.

Daud Tjondrorahardja [Warta Jemaat GKKD Djogja]