Doa…

Seorang lelaki berdoa: “Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin
memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami.”

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci.
Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak. Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya. Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap.

Tentu masih banyak pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang belum dikerjakan. Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, “Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi.” Tuhan menjawab: “Bisa saja. Tapi kamu harus
menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil.”

[Source : mail]

Iklan

No Longer

Begitu aku mengasihi dia, mencintai dia
tp…
semuanya t`lah sirna, sia-sia
apakah benar sia-sia?
kenapa harus terjadi apa yg slama ini jauh dr harapanku
berharap ternyata tetep sia-sia

kenapa dia hrus berkata ‘bukan aku yg terbaik untukmu’
haruskah aq tersiksa sperti ini?
q berkata ‘tidak, km yg terbaik’

tp, hanya nada yg membuat q tdk tenang yg kluar dari mulut-nya
‘iya udahlah, pilihn ada pd km’
biarkan kasih sayang ini tetap terpendam
biarkan `n jngn perneh peduli lg

there’s no longer love for her
I dunno
it’s fact
it’s her choice
goodbye
I can’t help missing you
but
I can’t
`n
I must what I have to be
not to miss u but to forget u
no longer u r the only one
the fact, it’s not
`n the fact’s come to my life
life reality has to be faced

stand with my two feet
not my one foot

who next loves me best and vice versa
nobody, no, no, nope
I am just afraid of loving you
am I really afraid of?

just kiss me good bye
`n again
I will leave for good

in advance everybody, thanks

What a Beautiful Day!

Thanks Lord for Lovin’ me,

I believe in YOU

Thanks for raising me up when I am down,

for caring me,

for blessing me,

for giving me advice,

for lighting my way,

for ALL that I can feel till right now.

Thank you my friends for greeting me as I am,

for being my friend,

for shoring me,

for motivating me,

for caring me,

for inspiring me,

Thank you so much, I can stand with my two feet,

I can’t help being friend with you,

Keep in touch each other!!.

See yuh….