Pribadi yang unggul

Free Domain

Saya membaca pengalaman yang luar biasa ini saat berada di sebuah taksi dalam perjalanan dari rumah ke kantor pagi ini. Kisah-kisah yang diceritakan dalam majalah itu merupakan kiriman dari para penumpang yang berterima kasih karena merasa sangat terbantu, terinspirasi dan mengalami pengalaman yang tidak akan mereka lupakan selama berinteraksi dengan pengemudi taksi dari perusahaan tersebut. Baca lebih lanjut

Iklan

Kekuatan sendiri vs Mengandalkan Tuhan

Ketika saya menulis kata pengantar buku Beyond Survival (a family business book), karya Dr. Leon Danco (USA), pada akhir tahun 2007, saya menulis perbedaan antara manajemen yang saya terapkan sekarang dan yang dahulu. Dahulu saya mengelola dengan kekuatan sendiri (by my way) dan sekarang mengandalakan Tuhan (by His way). Baca lebih lanjut

Tembok Penghalang gubrak

Aku terinspirasi sama kesaksian Randy PAusch. Seorang Imaginer buat Walt Disney yang kena kanker pankreas, metastasenya menumpuk di lehernya sebanyak 10 sampai 15 gt ak lupa. VCD + Buku yang ditulisnya membahas pengajaran-pengajaran yang berarti. Salah satunya tentag tembok penghalang. Tembok itu kadangkala berupa sekumpulan daging. (kalo dari pengembanganku sendiri, tembok itu bisa berupa iri hati, tidak percaya pada kemampuan diri, skeptis, dan sikap-sikap hati yang buat kita ga berbuah). Tembok itu ada untuk menguji seberapa gigih keinginan kita untuk melewati tembok itu, dan melihat how amazing dunia di balik tembok itu. cool! Dia menyampaikan sesuatu yang rohaniah tanpa terkesan memakai jubah rohaniah. Jadi terkesan mendalam karena dia mengambil pendekatan yg personal.

Dalam buku itu juga, dia bilang ‘kita tidak bisa memilih kartu sepertt apa yang mau kita mainkan, tapi kita bisa memainkannya dengan strategi kita.

Inspired by Netta

Terimalah Dengan Ikhlas

Oleh: Sunanto

Ketika Ayub, orang saleh tersebut kehilangan semua anak-anaknya dan harta bendanya, dia tidak menyalahkan Allah dan masih bisa memuji Tuhan. Ketika tubuh Ayub ditimpa barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya, dia masih tidak menyalahkan Tuhan. Ketika isterinya menyarankan Ayub untuk mengutuki Allah masih tetap tidak berdosa dengan bibirnya.

Saya percaya bahwa Ayub sebelumnya telah pernah mengalami pergumulan dalam hidupnya dan mungkin dari pengalamannya tersebut dia memiliki pengharapan bahwa Tuhan tidak akan terlambat memberi pertolongan kepadanya. Akan tetapi, untuk kali ini pertolongan Tuhan sepertinya tidak datang-datang juga.Tidak terjadi mujizat seperti yang dia pernah alami sebelumnya. Lambat laun iman Ayub mulai goyah sehingga dia mengutuki hari kelahirannya dan menyalahkan Allah yang telah bersikap tidak adil kepadanya. Kemudian Ayub membela diri dan menuntut Allah bahwa dia merasa tidak bersalah. Tetapi pada akhirnya Ayub mencabut perkataannya dan menyesal sehingga Tuhan memulihkan hidupnya.

Saya dulu pernah bergumul menghadapi penyakit kanker yang diderita alm Ayah saya. Selama sekitar 3 bulan saya harus menemani Ayah saya di rumah sakit. Bagi Anda yang pernah melihat orang yang sedang dirawat kanker stadium akhir, tentu dapat memahami bagaimana beratnya penderitaan yang dialami. Sekujur tubuhnya sakit dan mengalami pembengkakan sehingga pasien banyak yang minta disuntik mati karena tidak tahan dengan rasa sakit yang menyerang. Belum lagi efek dari kemoterapi yang menyebabkan sekujur tubuhnya kepanasan. Walaupun saya tidak benar-benar memahami mengapa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi, saya memutuskan untuk menerima dengan ikhlas dan bersyukur kepada Tuhan. Karena kurang tidur dan istirahat selama berbulan-bulan saya terserang penyakit nyeri di kepala yang baru sembuh setelah satu tahun berlalu sejak meninggalnya Ayah saya. Di kepala saya tumbuh bisul yang sakitnya menjalar ke telinga, punggung sampai ke telapak kaki. Pada awalnya saya mengira bisul tersebut akan mudah disembuhkan tetapi Tuhan mengijinkan setahun lebih saya menderita sakit tersebut. Sejujurnya saya sempat kesal juga dengan bisul yang tidak sembuh-sembuh itu.Apalagi saat sakit tersebut mulai menjalar ke telinga dan punggung, bahkan kadang saya mengalami serangan vertigo (keadaan seperti gempa bumi).

Madame J. Guyon mengatakan kita harus menerima segala sesuatu ( kecuali dosa kita) seperti datang dari Tuhan sendiri. Setiap kali penderitaan datang dalam hidup kita, terimalah dengan ikhlas dan serahkan diri kita kepada Tuhan.Dengan melakukan hal ini maka salib yang menimpa kita akan terasa jauh lebih ringan ketimbang bila kita memberontak atau melawan proses Allah. Biarlah api penderitaan tersebut memunculkan emas kesalehan dari diri kita. Inilah proses yang harus dilalui oleh setiap orang yang ingin mengalami indahnya hidup dalam keintiman dengan Tuhan. Tidak ada jalan lain kecuali jalan salib yang dapat membawa kita ke sana !

Arti Sebuah Ketulusan

John Blanchard tertarik dengan seorang gadis yang dikenalnya lewat surat menyurat. Ia belum pernah tahu seperti apa wajah dan penampilannya. Yang ia tahu bahwa ia lembut, baik, penuh kasih dan sungguh hatinya manis.

Demikianlah kesimpulannya setiap kali membaca surat dari Miss Hollis
Maynell, gadis yang dikenal lewat surat menyurat itu. Lebih dari satu tahun Blanchard saling berkirim surat dengan Miss Maynell. Setiap surat merupakan benih yang jatuh dalam hati yang subur. Sebuah kisah cinta mulai bersemi di antara mereka. Blanchard pernah minta dikirimi foto, tapi gadis itu menolaknya. Menurut dia, kalau memang Blanchard benar-benar mencintainya, tidak menjadi soal bagaimana paras mukanya. Setelah satu tahun berlalu mereka memutuskan untuk bertemu di Grand Central Station, New York, dengan
tanda bahwa Miss Maynell akan menyelipkan mawar ke bajunya.

Waktu yang ditentukan tiba, dan Blanchard dengan hati berdegup mulai mencari-cari gadis dengan bunga mawar. Dalam pencariannya itu, ia bertemu dengan seorang gadis yang luar biasa cantik. Blanchard mulai berjalan beriringan dengannya beberapa waktu lamanya ketika gadis itu bertanya, “Anda ke jurusan sama seperti saya?” Hanya sayang, gadis itu tidak memakai mawar
merah. Dan ketika ia sedikit menoleh ke belakang, ia melihat seorang wanita dengan bunga mawar merah berdiri di belakang gadis itu.

Wanita itu jauh di atas 40 tahun. Terlalu gemuk untuk ukuran wanita.
Parasnya pun sangat biasa. Sangat berbeda jauh dengan gadis cantik tadi.
Blanchard sedikit bimbang. Ia ingin mengikuti gadis cantik tadi, tapi
hatinya sudah terlanjur melekat dengan tulisan-tulisan lembut Miss Haynell. Ia lebih memilih hati daripada mencintai paras dan penampilan luar. Akhirnya ia putuskan untuk menyatakan diri kepada wanita gemuk itu. “Saya John Blanchard dan Anda pasti Miss Mayneel. Saya sangat senang bertemu dengan Anda dan kalau tidak keberatan saya mengundang Anda untuk makan malam.”

Wanita itu tersenyum, “Saya tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi. Tetapi gadis cantik di depan saya tadi membujuk saya untuk memakai bunga mawar ini.
Dan katanya, kalau Anda mengundang saya untuk makan malam, saya harus mengatakan kepada Anda bahwa ia sedang menunggu Anda di restoran besar di depan sana. Katanya, ini semacam ujian hati untuk sebuah cinta dan ketulusan!”

Coca cola dalam renungan

Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana . Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan
dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam
gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.

Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama ?

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda.. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.

Kunci Sukses Gereja di China

Kunci Sukses Gereja di China
Oleh: Grace Suryani

Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indo?!

Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar. Punya iman yang bisa mengoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya ngga punya band. Kita cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja. Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Ngga ada yang punya kemampuan MC yang wah … yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Ngga ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang ‘awam’. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.


Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci …, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa ngerti dengan jelas.

Apa sih yang mereka khotbahkan?!


Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! NGGA.

Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama. PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. PI. Mereka juga bicara soal kasih Tuhan , soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada PI. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan ?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!

Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka ‘beda’ dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China …

Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya ngga percaya Tuhan . Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis … menurut kita itu ngga happy end … tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 org itu) percaya Tuhan!

Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan . 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis … dia menyesal kenapa ngga dari dulu percaya Tuhan !

Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya ‘akhirnya happy ending’ penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia ngga.. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah. Akhirnya … MATI. Ngga happy end kan ?! Itu kan menurut kita … menurut Tuhan itu happy END!

Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (ngga disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There’s A God).

Guys, can u see the difference?!

Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! itu bedanya dengan kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa bukan bisnis lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan ..

Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa-jiwa dan JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru … boro-boro mikir mobil, punya sepeda aje udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang laen juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.


Ngga heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana Tuhan ngga mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan?!

Guys, saya ngga bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu. tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal PI?!?! 1 bulan 1 kali … itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan ngga ada yang bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat.

Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia ngga bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti HATI TUHAN!

Saya sih ngga heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhantertuju! JIWA-JIWA . Itu hati Tuhan.

Di Indo kita ribut soal transformasi … tapi masalahnya itu ngga akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya … saya saya saya dan saya. selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya … non sense. Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil gereja, doktrin gereja, sound system gereja … pernah ngga sih kita berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati saya, berkati anjing saya!

guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. pikirkan orang laen! Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu, jangan cuman dirimu!

Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir … kapan yah, kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Ngga saling berantem. Ngga saling tuding-tuding, “Sesat loe! Gereja gue paling bener, paling sah.” Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik … kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan … bukan cuman karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya …

Saya rindu, itu sudah terjadi sebelon Tuhan Yesus datang kembali …