Hatiku, apa adanya…

Kisah dah kasih itulah namanya. Apakah harganya itu? tak berharga, Ah… sangat berharga… inilah hidup, hidup penuh dengan liku-liku. Terkadang hidup ini begitu susah dimengerti, susah diterka dan susah juga untuk dijaga…

Saya hanyalah seorang yang mencinta, yang mengharapkan tidak lebih yang hanya sebatas harapan yang mengalir dihati kecil saya. Saya bertanya kepada harapan tersebut, apa yang kamu harapkan? dan ada bisikan yang berkata didalam telinga dan hari kecilku “kenapa kamu sedih?” dan aku menjawab, “aku tak tau kenapa aku sedih, dan hatiku hanya terdiam ketika ada pertanyaan itu”. Dia dan dia yang selalu membuat aku senang dan bahagia tapi hatiku sering sekali mengalami kesedihan. Aku bukanlah siapa-siapa, bukan juga apa-apa dan tidak layak dijadikan teladan. Aku ini kotor, bodoh dan tak berguna, itulah kata-kata yang muncul di benakku, tapi juga selalu ada bisikan ” kamu ini berharga dan mulia”. Baca lebih lanjut

Cerita kehidupan setelah menikah

Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.

Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.

Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah. Baca lebih lanjut

Manajemen Stress

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya :

“Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.

“Ini bukanlah masalah berat absolutnya.. .,
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. ” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.” Baca lebih lanjut

Setiap langkah adalah Anugerah

* Seorang professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara.
Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi.
Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal dilakukannya.

Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu ? tanya sang professor. Melakukan apa ? tanya Ralph. Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu ? desak sang professor.
Baca lebih lanjut

Bersahabat itu pemberian

Jangan menunggu sampai kita punya apa-apa baru kita sesuatu dan menjadi sahabat bagi orang lain. Jangan menanti sampai kita jadi apa-apa baru kita berusaha menarik perhatian orang lain. Sebab orang lebih menyukai pemberian yang minim dengan cinta kasih yang besar, daripada pemberian besar yang diberikan tanpa kasih. Lebih baik kita memberi kesukaan bagi orang lain karena kita menyadari bahwa kita mengalami kesukaan dalam diri kita karena pengorbanan kita buat orang. Jangan sekali-kali memberi kalau tidak kita merasa punya cukup kasih yang menyertai pemberian kita, karena percayalah bahwa hal itu membuat kita makin merasa miskin dan menyesal. Jadilah pemberi yang merasakan kenikmatan dan kesukaan dalam memberi. Baca lebih lanjut

Pernikahan dengan cinta

Ishak hidup pada zaman dimana Alkitab belum ditulis. Pada zaman tersebut orang belum menangkap kehendak Allah tentang ‘monogami’. Bapaknya, Abraham pun beristri tiga, belum gundik-gundiknya. Yakub, Daud dan tokoh-tokoh lain sepanjang kisah Alkitab memiliki banyak istri, apalagi Salomo si pemecah rekor. Musa pun tidak hebat dalam pernikahannya dengan Zipora, anak Yitro imam orang Midian. Musa menikah lagi dengan mengambil perempuan Kush sehingga orang-orang memberontak terhadapnya.

Ishak tidak memiliki anak karena istrinya mandul. Ishak tidak menikah lagi seperti bapaknya, tidak seperti Musa dan tokoh Perjanjian Lama lainnya. Ishak tidak mengambil gundik atau selir, Ishak justru memilih berdoa. (Dalam kasus serupa saat-saat ini, doa seperti ini belum tentu dijawab dan kalaupun dijawab sering memerlukan waktu). Baca lebih lanjut

Berpikir Positif

Berpikir positif artinya suatu cara dalam melihat suatu keadaan apapun dan menemukan hal yang baik didalamnya.

Disaat Anda melihat dunia sekitar Anda,

Apakah Anda melihat setengah gelas penuh atau setengah kosong?
Apakah Anda punya malasah atau apakah mereka menantang?
Apakah Anda selalu melihat hal yang paling buruk terhadap keadaan atau dapatkah Anda melihat hal yang baik muncul dari situ?

Ini sedikit tantangan buat Anda
Perhatikan jumlah angka berikut dan bisakah Anda menyoroti apapun dalam urutannya?

1+1=2
2+2=4
3+3=6
4+4=7
5+5=10

Apakah Anda melihat 1 jawaban yang salah atau 4 jawaban yang benar? Baca lebih lanjut