Apakah bisa mengubah sifat pasangan kita?

Menjalani hubungan dalam perkawinan memang bukan perkara mudah. Setelah menikah dua-tiga tahun, masih ada hal-hal baru yang Anda temukan pada dirinya, hal-hal yang Anda rasakan kurang sesuai dengan sifat-sifat Anda. Anda sangat mencintainya, tetapi ada saat-saat dimana Anda merasa sangat putus asa menghadapinya. Mengapa dia tak seperti waktu masih pacaran dulu?

Beberapa alasan mengapa Anda sulit menjalani hubungan ini adalah karena adanya harapan-harapan tidak realistis yang Anda buat ketika memasuki gerbang perkawinan tersebut. Anda begitu yakin bahwa dengan menikah Anda akan bahagia selamanya bersama suami. Saat menikah Anda bersedia untuk menerima perbedaan satu sama lain, namun tidak menyadari bahwa menerima perbedaan bukanlah hal yang mudah dijalani. Baca lebih lanjut

Cerita kehidupan setelah menikah

Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.

Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.

Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah. Baca lebih lanjut

Perjalanan langkah dan inspirasi

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup. Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.

“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”.

“Ya,” jawab pria itu. Baca lebih lanjut

Pribadi yang unggul

Free Domain

Saya membaca pengalaman yang luar biasa ini saat berada di sebuah taksi dalam perjalanan dari rumah ke kantor pagi ini. Kisah-kisah yang diceritakan dalam majalah itu merupakan kiriman dari para penumpang yang berterima kasih karena merasa sangat terbantu, terinspirasi dan mengalami pengalaman yang tidak akan mereka lupakan selama berinteraksi dengan pengemudi taksi dari perusahaan tersebut. Baca lebih lanjut

Terimalah Dengan Ikhlas

Oleh: Sunanto

Ketika Ayub, orang saleh tersebut kehilangan semua anak-anaknya dan harta bendanya, dia tidak menyalahkan Allah dan masih bisa memuji Tuhan. Ketika tubuh Ayub ditimpa barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya, dia masih tidak menyalahkan Tuhan. Ketika isterinya menyarankan Ayub untuk mengutuki Allah masih tetap tidak berdosa dengan bibirnya.

Saya percaya bahwa Ayub sebelumnya telah pernah mengalami pergumulan dalam hidupnya dan mungkin dari pengalamannya tersebut dia memiliki pengharapan bahwa Tuhan tidak akan terlambat memberi pertolongan kepadanya. Akan tetapi, untuk kali ini pertolongan Tuhan sepertinya tidak datang-datang juga.Tidak terjadi mujizat seperti yang dia pernah alami sebelumnya. Lambat laun iman Ayub mulai goyah sehingga dia mengutuki hari kelahirannya dan menyalahkan Allah yang telah bersikap tidak adil kepadanya. Kemudian Ayub membela diri dan menuntut Allah bahwa dia merasa tidak bersalah. Tetapi pada akhirnya Ayub mencabut perkataannya dan menyesal sehingga Tuhan memulihkan hidupnya.

Saya dulu pernah bergumul menghadapi penyakit kanker yang diderita alm Ayah saya. Selama sekitar 3 bulan saya harus menemani Ayah saya di rumah sakit. Bagi Anda yang pernah melihat orang yang sedang dirawat kanker stadium akhir, tentu dapat memahami bagaimana beratnya penderitaan yang dialami. Sekujur tubuhnya sakit dan mengalami pembengkakan sehingga pasien banyak yang minta disuntik mati karena tidak tahan dengan rasa sakit yang menyerang. Belum lagi efek dari kemoterapi yang menyebabkan sekujur tubuhnya kepanasan. Walaupun saya tidak benar-benar memahami mengapa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi, saya memutuskan untuk menerima dengan ikhlas dan bersyukur kepada Tuhan. Karena kurang tidur dan istirahat selama berbulan-bulan saya terserang penyakit nyeri di kepala yang baru sembuh setelah satu tahun berlalu sejak meninggalnya Ayah saya. Di kepala saya tumbuh bisul yang sakitnya menjalar ke telinga, punggung sampai ke telapak kaki. Pada awalnya saya mengira bisul tersebut akan mudah disembuhkan tetapi Tuhan mengijinkan setahun lebih saya menderita sakit tersebut. Sejujurnya saya sempat kesal juga dengan bisul yang tidak sembuh-sembuh itu.Apalagi saat sakit tersebut mulai menjalar ke telinga dan punggung, bahkan kadang saya mengalami serangan vertigo (keadaan seperti gempa bumi).

Madame J. Guyon mengatakan kita harus menerima segala sesuatu ( kecuali dosa kita) seperti datang dari Tuhan sendiri. Setiap kali penderitaan datang dalam hidup kita, terimalah dengan ikhlas dan serahkan diri kita kepada Tuhan.Dengan melakukan hal ini maka salib yang menimpa kita akan terasa jauh lebih ringan ketimbang bila kita memberontak atau melawan proses Allah. Biarlah api penderitaan tersebut memunculkan emas kesalehan dari diri kita. Inilah proses yang harus dilalui oleh setiap orang yang ingin mengalami indahnya hidup dalam keintiman dengan Tuhan. Tidak ada jalan lain kecuali jalan salib yang dapat membawa kita ke sana !

Arti Sebuah Ketulusan

John Blanchard tertarik dengan seorang gadis yang dikenalnya lewat surat menyurat. Ia belum pernah tahu seperti apa wajah dan penampilannya. Yang ia tahu bahwa ia lembut, baik, penuh kasih dan sungguh hatinya manis.

Demikianlah kesimpulannya setiap kali membaca surat dari Miss Hollis
Maynell, gadis yang dikenal lewat surat menyurat itu. Lebih dari satu tahun Blanchard saling berkirim surat dengan Miss Maynell. Setiap surat merupakan benih yang jatuh dalam hati yang subur. Sebuah kisah cinta mulai bersemi di antara mereka. Blanchard pernah minta dikirimi foto, tapi gadis itu menolaknya. Menurut dia, kalau memang Blanchard benar-benar mencintainya, tidak menjadi soal bagaimana paras mukanya. Setelah satu tahun berlalu mereka memutuskan untuk bertemu di Grand Central Station, New York, dengan
tanda bahwa Miss Maynell akan menyelipkan mawar ke bajunya.

Waktu yang ditentukan tiba, dan Blanchard dengan hati berdegup mulai mencari-cari gadis dengan bunga mawar. Dalam pencariannya itu, ia bertemu dengan seorang gadis yang luar biasa cantik. Blanchard mulai berjalan beriringan dengannya beberapa waktu lamanya ketika gadis itu bertanya, “Anda ke jurusan sama seperti saya?” Hanya sayang, gadis itu tidak memakai mawar
merah. Dan ketika ia sedikit menoleh ke belakang, ia melihat seorang wanita dengan bunga mawar merah berdiri di belakang gadis itu.

Wanita itu jauh di atas 40 tahun. Terlalu gemuk untuk ukuran wanita.
Parasnya pun sangat biasa. Sangat berbeda jauh dengan gadis cantik tadi.
Blanchard sedikit bimbang. Ia ingin mengikuti gadis cantik tadi, tapi
hatinya sudah terlanjur melekat dengan tulisan-tulisan lembut Miss Haynell. Ia lebih memilih hati daripada mencintai paras dan penampilan luar. Akhirnya ia putuskan untuk menyatakan diri kepada wanita gemuk itu. “Saya John Blanchard dan Anda pasti Miss Mayneel. Saya sangat senang bertemu dengan Anda dan kalau tidak keberatan saya mengundang Anda untuk makan malam.”

Wanita itu tersenyum, “Saya tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi. Tetapi gadis cantik di depan saya tadi membujuk saya untuk memakai bunga mawar ini.
Dan katanya, kalau Anda mengundang saya untuk makan malam, saya harus mengatakan kepada Anda bahwa ia sedang menunggu Anda di restoran besar di depan sana. Katanya, ini semacam ujian hati untuk sebuah cinta dan ketulusan!”

Coca cola dalam renungan

Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana . Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan
dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam
gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.

Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama ?

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda.. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.