Pribadi yang unggul

Free Domain

Saya membaca pengalaman yang luar biasa ini saat berada di sebuah taksi dalam perjalanan dari rumah ke kantor pagi ini. Kisah-kisah yang diceritakan dalam majalah itu merupakan kiriman dari para penumpang yang berterima kasih karena merasa sangat terbantu, terinspirasi dan mengalami pengalaman yang tidak akan mereka lupakan selama berinteraksi dengan pengemudi taksi dari perusahaan tersebut.

Namanya Ferry Anita, seorang pengemudi taksi wanita Blue Bird dari Pool Narogong, Bekasi. Salah seorang penumpang mengirimksurat kepada manajemen Blue Bird yang berisikan ucapan salut karena apa yang telah dilakukan oleh Ferry. Saat membawa penumpang di sekitar jalan Tol Bekasi Barat di pagi hari, tiba-tiba Ferry menghentikan dengan tiba-tiba taksinya. Hal ini tentu mengagetkan penumpang. Hal ini dia dilakukan karena tepat di depan mereka ada sebuah mobil sedan yang terguling dengan posisi mobil miring kekiri dan berada di tengah badan jalan tol.

Segera Ferry meminggirkan taksinya di dekat mobil yang terguling dan secepatnya keluar untuk membantu. Ternyata di dalam mobil ada sepasang suami istri yang terperangkap. Untungnya kondisi mereka tidak parah karena tertahan oleh seat belt. Dengan dibantu oleh penumpang taksinya akhirnya Ferry berhasil mengeluarkan kedua orang itu dan meletakkannya di pinggir jalan. Ferry kemudian mengambil bekal air mineral dan minyak kayu putih yang selalu dia bawa di taksinya dan memberikannya kepada kedua orang yang terluka itu. Selama kejadian itu tidak ada seorangpun pengemudi yang lewat di pagi yang ramai itu untuk turun membantu. Mereka hanya melambatkan mobilnya dan melihat upaya penyelamatan itu dan kemudian melaju kembali. Ferry dan penumpang taksinya menemani kedua orang yang terluka itu sampai akhirnya petugas jalan tol datang dan merekapun kembali melanjutkan perjalanan.

Pengalaman berbeda dialami oleh Murdo Caroko seorang pengemudi Blue Bird dari Pool Kelapa Gading. Sebelum menjadi pengemudi taksi, Murdo adalah seorang pegawai di Pelabuhan Tanjung Priok. Suatu malam di dekat kawasan Hotel Mulia Senayan ada seorang bapak yang menyetop taksinya dan minta diantar ke daerah Pluit. Bapak tersebut membawa 1 tas besar dan sebuah bungkusan plastic berwarna putih. Setelah sampai tujuan, sesuai dengan standar yang berlaku di Blue Bird Murdo meminta si bapak untuk memeriksa jangan sampai ada barang yang tertinggal.

Setelah melanjutkan perjalanan beberapa menit, Murdo melihat ke kursi penumpang melalui kaca tengah ada bungkusan plastik putih tertinggal yang diletakkan agak masuk dalam lipatan kursi. Segera dia berhenti dan mengambil bungkusan plastik itu. Sepintas isi tas plastik itu adalah perhiasan dan agar lebih jelas dia turun dan melihat kembali isi bungkusan itu. Ternyata isinya berbagai macam perhiasan emas dan berlian yang jumlahnya cukup banyak. Segera saja Murdo memutar mobilnya kembali ke tempat si bapak tadi turun dan menunggu selama beberapa lama.

Karena bapak yang ditunggu tidak juga muncul akhirnya barang itu dia bawa segera ke pool untuk disimpan. Esok paginya dia mendapat panggilan untuk segera kembali ke pool dan disana ternyata sudah menunggu 4 orang salah satunya adalah bapak penumpang taksinya beserta bungkusan plastik yang tertinggal. Bapak tersebut segera menghampiri dan memeluk Murdo sambil berkata “Terima kasih pak, karena kejujuran bapak telah menyelamatkan hidup orang lain”. Orang yang ikut denganbapak tersebut bergantian memeluk Murdo dan berucap terima kasih. Bapak tersebut kemudian menjelaskan bahwa perhiasan yang tertinggal kemarin hendak dijual dan uangnya akan digunakan untuk biaya operasi anggota keluarganya yang saat ini sedang dalam kondisi kritis di Rumah sakit.

Bapak tersebut mengeluarkan sejumlah uang yang banyak dan hendak diberikan kepada Murdo, namun dia menolak dan berkata bahwa itu memang sudah kewajibannya mengembalikan barang yang memang bukan hak-nya. Karena terus menolak akhirnya Bapak tersebut berjanji akan memberikan bantuan bea siswa kepada anak-anak Murdo sampai mereka selesai sekolah. Saat saya membaca pengalaman-pengalaman menakjubkan itu tanpa terasa ada rasa haru, takjub dan bangga bahwa ternyata kebaikan dan kejujuran itu tetaplah sesuatu yang amat indah wujudnya.

Kedua tokoh dalam pengalaman diatas memiliki hal yang sama: karakter pribadi yang unggul. Walaupun mereka sebenarnya punya pilihan untuk terus saja saat melihat ada kecelakaan atau mengambil barang yang tertinggal tapi mereka lebih memilih untuk peduli pada orang lain dan mengutamakan kejujuran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: