Kekuatan sendiri vs Mengandalkan Tuhan

Ketika saya menulis kata pengantar buku Beyond Survival (a family business book), karya Dr. Leon Danco (USA), pada akhir tahun 2007, saya menulis perbedaan antara manajemen yang saya terapkan sekarang dan yang dahulu. Dahulu saya mengelola dengan kekuatan sendiri (by my way) dan sekarang mengandalakan Tuhan (by His way).

  1. By my way
    Sebelum anak Tuhan dilahirkan kembali (lahir baru), kebanyakan mereka mengelola bisnis dengan kekuatan sendiri. Ini termasuk saya. Ada beberapa kegiatan yang pernah saya kelola dengan kekuatan sendiri seperti bisnis pendidikan, management consultant dan bahkan pelayanan rohani. Saya ditegur oleh Tuhan: “Kalau saya tidak menanyakan apa maunya Tuhan pasti jarang berhasil.” Bahkan dalam pelayanan rohani, saya merasa bangga karena sudah melayani dari Banda Aceh sampai Kupang, namun Tuhan berkata: “Yang kamu cintai adalah pekerjaanKu bukan Aku.” Mendapatkan pernyataan semacam itu saya menangis atas kebodohan rohani saya.
  2. By His way
    Mengelola dengan cara Tuhan adalah cara yang paling tepat. Saya bisa berkata begitu karena semua yang ada di dunia adalah miliki Tuhan dan kita adalah pengurus atau penata layan (steward). Kalau Tuhan sebagai pemilik, Dia tahu bagaimana dan apa yang harus dikerjakan (master planner). Sebagai pengelola, kita dianjurkan untuk menerapkan kasih terhadap bisnis yang kita kelola seperti milik sendiri (sense of belonging)

Oleh Dr. Leon Danco, saya diberi hak untuk menerjemahkan bukunya dan mendistribusikan se Asia Tenggara. Pada waktu Dr. Danco mengatakan itu seolah-olah saya tidak percaya. Apalagi sewaktu dia berkata bahwa royalty-nya untuk saya semua, rasanya mau menangis… praise to Lord…You are so kind.Beyond Survival sudah dicetak ulang (yang versi Indonesia). Saya berjanji untuk memberikan royalty tahun pertama buat gereja yang mengubah hidup saya. Beberapa waktu yang lalu buku

Setelah saya mentransfer lalu menelpon hamba Tuhan tersebut, beliau sempat kaget dan menangis karena belum ada satu jam beliau berdoa pada Tuhan agar mengirim seorang “raja” untuk memberi ongkos pelayanannya. Hal yang lebih menguatkan, keesokan hari, hamba Tuhan ini bercerita bahwa angka (Rp…) yang dilihat di mesin ATM sepertinya salah, namun dikeluarkan tunai kok tidak habis-habis dan persis untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi, mana yang lebih enak mengandalkan kekuatan sendiri atau Tuhan?Ev. Daud Tjondrorahardja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: