Karakter seorang wirausaha

Waktu kelas 4 SD, setiap pulang sekolah karyawan ayah saya menjemput saya dengan menggunakan DKW (Sepeda motor dibawah 50 cc). Pada suatu hari kami mampir beli es campur dekat rumah. Cuaca yang panas terik pagi itu sangat mendung untuk minum es campur dengan cepat. Meskipun saya dibayarin untuk jatah satu gelas, saya mulai berpikir bagaimana supaya dapat jatah lebih namun legal dan tidak berbohong. “Pak!” panggilan saya kepada bapak tukang es. “Es saya terlalu manis pak, boleh minta tolong diberi air dengannya (air kelapa muda) dikit lagi, “tanya saya yang sudah hampir separoh gelas saya minum. Dan memang ditambahi air dengannya sampai gelas saya penuh lagi. “Terima kasih pak” kata saya, segera saya minum kembali. Dengan menggerutkan dahi dalam hati saya berkata “sekarang kurang manis.” Trik dagang orang tua saya langsung menyodok: “wah bapak terlalu banyak memberi airnya hingga manisnya hilang.” Sang bapak menambah sirup dengan senyum dan saya menerima dengan senyuman juga.

Cerita diatas bukan untuk mengajari saudara-saudari “nakal”, namun mengerti karakter entrepreneurship. Seperti tertulis dikejadian 25:31, tetapi kata yakub: “juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.” Roh yakun ngerti sekali apa yang diperlukan bagi dirinya. Lalu apa bedanya cerita diatas dengan yakub? kesamaannya sudah jelas yaitu jual menjual (Entrepreneurship). Perbedaannya yaitu roh Yakub mengerti sekali apa yang diperlukan. Roh dan cerita awal diatas hanya mengerti untuk memenuhi raga saja. Dari kedua cerita diatas yang perlu kita ambil hikmah karakternya adalah:
1. Jangan beli ‘ikan’nya. Maksud ‘ikan’ disini adalah raih kebutuhan roh, jangan keinginan daging
2. Beli ‘pancing’nya. Jangan anggap remeh ‘pancing’ yang diberikan pada kita dan tidak bisa memenuhi kebutuhan saat ini, namun pergunakanlah sebagai ‘alat’ (Soft Skills) yang bisa untuk mencari kebutuhan terus-menerus.
3. Last but not least, entrepreneurship jangan diserap dikedangkalan, tapi seraplah entrepreneurship dalam orang mencari “harta karun” didasar laut.

Daud Tjondrorahardja [Warta Jemaat GKKD Djogja]

Satu Tanggapan

  1. apa aja lah terserah looo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: