THE INFLUENCE BETWEEN OLD AND YOUNG GENERATION
IN KEEPING AND BREAKING THE RULE OF LIFE
(Based on the poem of E.E. Cummings, “Old Age Sticks)
DEFENISI
Before searching the definition from a writer that has a specific definition of Influence, I would like to give the definition taken from An Oxford Dictionary. On the Oxford Dictionary, “Influence” is the effect that somebody or something has on the way a person thinks or behaves or on the way that something works or develops; the power that somebody or something has to make somebody or something behave in a particular way; a person or thing that affects the way a person behaves and thinks.
Real influence over our lives is a result only of our own decisions and interaction with others. Power over my life is greatly enhanced as I embrace the fact of my responsibility for how everyone treats me and that I alone create my environment. We all see life in a unique way and this view of life is strongly influenced at an early age (about zero to seven years). In childhood we experience family, relationships and the entire world much like a sponge; we absorb, we take in and feel.
This explanation has an approach to the topic in which all influences of old and young generation can not be far away from their actions. Their actions however are powerfully influenced by their emotions, thoughts and beliefs in terms of keeping and breaking the rule of life.
BAB II
ANALISIS
Di dalam bab dua ini saya mau membahas dan menganalisa puisi yang dibuat oleh E.E Cummings yaitu “Old Age Sticks” yang terdiri dari lima bait yang masing-masing baitnya terdiri dari empat baris. Sebelum masuk kedalam detil analisis, saya mau membahas sedikit latar belakang dari sipenulis itu sendiri, E.E Cummings.
E.E Cummings merupakan salah satu novelis Amerika yang paling terkenal. Nama lengkapnya Edward Estlin Cummings lahir pada tanggal 14 Oktober 1894. Dia telah menulis puisi sejak usia 10 tahun dan berhasil menciptakan 900 puisi yang salah satu karyanya akan dibahas di dalam bab ini. Dia juga anak dari seorang profesor sosiologi, Edward and Rebecca Haswell Clarke Cummings. Dia sangat dekat dengan ayahnya sehingga pengaruh yang dia dapat menjadi salah satu alasan–pendekatan teori sosiologi–kenapa dia harus menuliskan puisi yang inti dari seluruh puisi tersebut bagaimana generasi tua selalu menasehati dan sebaliknya generasi muda cenderung untuk melawan dan memberontak serta cenderung untuk hidup bebas tanpa harus menghadapi aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam hidup sehari-hari.
Didalam analisis ini, ada tiga hal yang akan saya sampaikan, yaitu proses kehidupan, bahasa dan arti dan gaya penulisan puisi itu sendiri. Jika dilihat bentuk puisi E.E Cummings, susunan dan penggunaan tanda baca akan sangat tidak teratur. Sebagai contoh pada baris dan bait pertama puisinya, huruf pertama diawali dengan huruf kecil “old age sticks”. Sumber dari Wikipedia.org menuliskan bahwa penggunaan huruf besar sangat bemacam-macam. Huruf besar ditulis pada huruf pertama biasanya pada nama-nama benua, orang, kota, negara dan juga pada baris petama dalam memulai kalimat. Apa yang ditulis diawal dan baris pertama puisi dari E.E Cummings tidaklah menggunakan huruf besar sekalipun dimulai pada baris dan mengawali sebuah kalimat atau frasa.
Salah satu isi dan makna dari pada puisi E.E Cummings adalah proses kehidupan yang alami. “Old Age Sticks” menjelajahi sebuah proses dalam hal usia dan juga hubungan antara generasi tua dan muda dengan menjadikan hal itu suatu perdebatan antara generasi tua dan generasi muda. Kita bisa melihat perdebatan ini dengan suatu peringatan yang keluar dari pihak generasi tua dengan cara memperingati dan menasehati generasi muda tapi generasi muda melawannya seperti pada bait pertama dan kedua, “Keep Off, youth yanks them down”.
Setiap kali generasi tua selalu tidak henti-hentinya dalam memperingati generasi muda untuk tidak melanggar peraturan tetapi malah apa yang generasi muda lakukan, mereka malah tertawa dan seringkali mengejek ketika orang tua menasehati dan mengarahkan mereka kepada hal yang lebih baik. Generasi tua bahkan meneriakkan agar generasi muda tidak melanggar, seperti ditulis dalam puisi, bait kedua dan ketiga, “old age cries, No Trespassing” tapi malah dibalas dengan suatu ejekan lewat tertawa “youth laughs”. Generasi tua terus berteriak dengan berkata “Stop” tetapi generasi muda tidak peduli dan terus berbuat apa yang mereka mau.
Dalam hal ini, para generasi tua seringkali menjadi suatu–secara tidak langsung–penindasan yang dilakukan oleh generasi muda. Di dalam puisi tersebut, mulai bait pertama sampai terakhir, generasi tua cenderung membatasi dan juga sebenarnya mengarahkan para generasi muda untuk selalu “taat” dan tidak melanggar batas-batas yang sudah ditentukan. Generasi tua muncul sebagai generasi yang selalu mengarahkan ketika melihat generasi muda sudah mulai melakukan sesuatu hal yang bertolak belakang dengan mengikuti kemauannya sendiri, seperti ditulis didalam puisi, generasi tua selalu membuat suatu batasan, “No,” “Forbid/den,” “Stop,” “Must/n’t”, “Don’t”. Sebaliknya, generasi muda cenderung untuk menyela dan membebaskan diri dari hal-hal yang membuat mereka tidak bisa merasa bebas dengan meruntuhkan tanda-tanda, menyela peraturan dan juga nasehat dari generasi tua dan tertawa, “youth yanks”, youth laughs”.
Isi puisi tersebut bukanlah sesuatu perpecahan dan pertarungan antara generasi tua dengan generasi muda dengan menggambarkan kalau generasi tua adalah jahat dan generasi muda baik. Bagaimanapun, hubungan antara kedua generasi tersebut memiliki sesuatu yang saling berkaitan dan saling ketergantungan satu dengan yang lain dimana diawal baris pertama pada puisi tersebut diawali dengan kata “old” dan pada bait dan baris akhir puisi diakhiri dengan kata “old” juga.
Pada akhir puisi, dikatakan bahwa generasi muda bagaimanapun akan menjalani suatu kehidupan yang pada akhirnya melewati masa tua, “youth goes/right on gr/owing old”. Ini berarti bahwa puisi E.E Cummings merupakan suatu proses kehidupan dimana generasi muda akan melewati masa tua dan disini terbentuk suatu lingkaran hidup yang nantinya generasi muda ketika menjadi sudah tua, mereka akan melakukan hal yang sama terhadap generasi muda berikutnya.
E.E Cummings dalam puisinya menggunakan bahasa dan aturan yang berbeda-beda. Dia menggunakan dan meletakkan tanda baca yang tidak pada tempatnya yang kalau dibaca tidak sesuai dengan aturan yang dipakai setiap orang pada umumnya. Disamping dia menggunakan tanda baca yang diletakkan tidak pada tempatnya, sesungguhnya mempunyai makna tersendiri, makna yang tersembunyi yang mengarah pada sikap dan tindakan dari pada orang yang melanggar suatu peraturan yang didalam puisinya disebut sebagai generasi muda yang sering tidak taat terhadap aturan-aturan yang sudah ditetapkan.
E.E Cummings menandai dan memakai serta meletakkan setiap huruf tidak pada standar yang sudah ditentukan. Seperti yang saya tulis diatas, bahwa dilihat dari tanda baca dan kesalahletakan tanda baca tersebut memiliki makna yang tersembunyi, seperti “youth goes/right on/gr/owing old.” Dia menulis kata dengan huruf besar berlawanan dengan aturan standar yang sudah ditetapkan, seperti pada puisinya, dimana dia menggunakan huruf besar untuk menekankan setiap kata yang mengarah pada generasi tua dengan perintah-perintah yang bersifat negative, “Keep/Off,” No/Tres pas/sing,” “Forbid/den Stop/Must/n’t Don’t.” Puisi dari bait pertama sampai terakhir, masing-masing memiliki empat baris. Setiap bait dan setiap baris memiliki suku kata yang sama dari awal sampai akhir dengan susunan 3-2-1-2. Penggunaan tanda kurung dan tanda baca menegaskan sesuatu yang bermakna sesuai dengan alur dan kesinambungan dari kata pertama sampai kata terakhir.
Pada bait pertama, E.E Cummings menggunakan tanda baca “&” dan bukan “and”. Ini menunjukkan sesuatu hal yang singkat dan “to the point”. Makna dari pada tanda “&” mengarah pada generasi muda dimana setiap generasi muda cenderung hanya ingin melewati hal yang sekejap tanpa membutuhkan waktu lama, dengan kata lain tidak suka “diproses”. Juga pada bait yang sama, E.E Cummings memakai tanda “)” tanpa memulai dengan tanda “(“ dan juga tidak diberi jarak antara tutup kurung dengan tanda “&” seperti bisa dilihat pada baris terakhir dalam bait pertama, “)&”.
Generasi tua mengatakan sesuatu hal dengan memakai kata “signs” dan berikutnya memakai tanda “)&” di akhir puisi bait pertama. Ini menunjukkan secara tidak langsung terarah pada generasi muda yang cenderung melanggar aturan yang ditetapkan dimana generasi tua memberi tanda yang harus dipatuhi “Keep/Off” tetapi sebaliknya tanda yang tidak teratur “)&” yang pada bait berikutnya, generasi muda memberontak dan tidak mau taat terhadap aturan yang dibuat, “youth yanks them/down”. Simbol dan tanda yang digunakan didalam puisi mulai bait pertama sampai bait terakhir merupakan sesuatu hal yang mengarah pada aturan itu sendiri dan ketaatan terhadap aturan. E.E Cummings menekankan penggunaan huruf besar untuk memperlihatkan bahwa aturan yang telah dibuat ditegaskan untuk ditaati, “Keep/Off,” No/Tres pas/sing,” “Forbid/den Stop/Must/n’t Don’t.”
Pada bait terakhir juga E.E Cummings meletakkan tanda yang didahului oleh tanda “&”. Dilihat pada bait pertama, dia menggunakan dan meletakkannya diakhir yang diawali dengan tanda “)”. Ketika bait pertama generasi tua yang menasehati dan sering memperingati generasi muda dalam hal mentaati aturan, sebaliknya proses dan lingkaran kehidupan akan terus berjalan sehingga generasi muda nantinya akan menggantikan generasi tua yang pada bait terakhir dibilang “youth goes/right on/gr/owing old” akan semakin bertumbuh yang nantinya melewati generasi tua.
Keseluruhan puisi ini juga memiliki gaya yang sangat khas. “Old age sticks” ditulis dalam lima sajak yang tidak mengikuti pola dan irama. Jika dibacakan sekilas, maka irama yang ada pada puisi ini tidak akan bunyi seperti pada sajak atau puisi yang lainnya. Setiap bait terdiri dari lima baris; setiap baris pertama memiliki tiga suku kata, “old age sticks/youth yanks them/Tres)&(pas)/Scolds Forbid/&)youth goes”–dalam hal ini tanda “&” dibaca “and” jadi tetap terhitung sebaga suku kata yang terdiri dari satu suku kata–baris kedua memiliki dua suku kata, “up Keep/down(old/youth laughs/den Stop/right on” baris ketiga memiliki satu suku kata “Off/age/(sing/Must/gr” dan baris terakhir memiliki dua suku kata “signs)&/cries No/old age/n’t Don’t/owing old”
Irama yang tidak bunyi merupakan makna tersendiri pada puisi ini. Diawal tulisan ini, hubungan antara generasi tua dengan generasi muda menjadi suatu perdebatan dimana generasi tua memberi peringatan tetapi generasi tua melanggarnya. Irama yang tidak bunyi juga merupakan irama dimana tidak ada keindahan yang muncul. Hal melanggar aturan dan nasehat yang tidak di “indahkan” merupakan sesuatu “irama” yang tidak berbunyi sehingga seakan-akan hal itu tidak bisa membawa kepada hal yang lebih baik./Analyzed by Immer
E.E Cummings’s Poem
Old Age Sticks
old age sticks
up Keep
Off
signs)&
youth yanks them
down(old
age
cries No
Tres)&(pas)
youth laughs
(sing
old age
scolds Forbid
den Stop
Must
n’t Don’t
&)youth goes
right on
gr
owing old
(Source from http://www.palace.net/~llama/poetry/oldage)
BIBLIOGRAPHY
Karp David A. and Yoels William C. 1986. Sociology and Everyday Life. U.S.A: F.E Peacock Publishers, Inc.
Vander. James W. 1990. Sociology: The Core, 2nd ed. United States: McGraw-Hill, Inc.
Wikipedia The Free Encyclopedia. 02 Jan. 2008. The Wikimedia, Inc. 20 December 2007 <http://en.wikipedia.org/>
Answers.com 11 Jan. 2008. Online Encyclopedia, Thesaurus, Dictionary definitions and more. 20 December 2007 <http://www.answers.com/>
Caregiver Resources 18 Aug. 2007. WorkingCaregiver. 20 December 2007 <http://www.workingcaregiver.com/>
Net Access Corporation 06 Sept. 2002. Net Access corp. 22 December 2007 <http://www.palace.net/>
DIarsipkan di bawah: Aktifitas Kuliah, Analisis Puisi, Artikel






